Penyakit Kista Pada Wanita Wajib di Katahui

Penyakit Kista Pada Wanita Wajib di Katahui

Penyakit kista pada kaum wanita

Banyak wanita indonesia bahkan di dunia yang mengalami nyeri saat haid, atau nyeri pada saat berhubungan seks,

namun tidak menghiraukannya karena dianggap nyeri biasa dan nantinya akan hilang dengan sendirinya.

Perut kembung dan membesar tanpa sebab, selalu merasa perut begah (penuh) dan berat padahal tidak banyak makan.

Siapa yang menyangka bahwa gejala – gejala tersebut merupakan gejala awal dan umum dari penyakit kista?

Kista atau tumor merupakan penyakit yang seringkali tidak dapat dilihat secara kasat mata.

Karena muncul di bagian-bagian tubuh yang tersembunyi dan tidak mampu dilihat oleh mata telanjang.

Namun bukan berarti kista tidak lah membahayakan kesehatan manusia.

Berikut ini adalah ulasan mengenai kista dan khususnya kista pada wanita.

Kista merupakan tumor yang berupa kantung dan berisi cairan.

Kista seringkali muncul pada alat reproduksi yang mengalami gangguan.

Gangguan-gangguan tersebut salah satunya adalah kista.

Pada umumnya kista berisi cairan kental, namun ada juga yang berbentuk seperti buah anggur.

Selain berisi cairan kental-sejenis dengan nanah- kista juga berisi udara atau cairan lain.

Kista sendiri masuk kedalam jenis tumor jinak yang terbungkus selaput yang membentuk jaringan.

Didalamnya terdapat kumpulan sel-sel tumor yang terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya.

Maka dari itu kista tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain.

Itulah sebabnya tumor jinak relatif mudah diangkat dengan jalan pembedahan, dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya.

Meski begitu, kista tetap berpotensi untuk menimbulkan masalah kesehatan.

Dimana masalah tersebut tidak bisa diacuhkan atau dibiarkan saja.

kista

Karena kista terbagi menjadi dua jenis, yaitu kista non-neoplastik dan kista neo-plastik.

Kista non-neoplastik bersifat jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah dua hingga tiga bulan.

Sedangkan kista neoplastik, pada umumnya harus dilakukan tindakan operasi.

Tetapi, tindakan operasinya diputuskan berdasarkan pada ukuran dan sifat dari si kista.

Ada banyak jenis kista di dalam kehidupan manusia.

Tidak menutup kemungkinan bahwa kista dapat menyerang siapa saja.

Salah satunya adalah kista ovarium. Setiap wanita memiliki dua indung telur atau ovarium.

Indung telur tersebut terletak di sisi kanan dan di sisi kiri rahim.

Ovarium pada umumnya berukuran sebesar biji kenari, dan merupakan bagian penting dari sistem reproduksi wanita.

Ovarium berfungsi untuk menghasilkan sel-sel telur yang jika tidak dibuahi akan keluar dari tubuh dalam wujud mentruasi atau haid.

Ovarium bekerja setiap saat, namun ada kalanya ovarium mengalami gangguan saat bekerja.

Kista ovarium merupakan salah satu hal yang sering mengganggu kinerja ovarium pada tubuh wanita.

Kista ovarium sendiri adalah kantong berisi cairan dan terbentuk serta melekat di dalam ovarium.

Kista ovarium merupakan jenis yang paling sering terjadi pada ovarium yang mempunyai struktur dinding yang tipis yang mengandung cairans serosa dan sering muncul pada masa menopause.

Beberapa kasus kista ovarium menunjukkan bahwa, kista ini berasal dari sel telur yang seharusnya terbuang bersama menstruasi nmaun menetap di dinding ovarium.

Kista ovarium dibagi menjadi dua jenis utama.

Pertama adalah kista fungsional.

Kista fungsional adalah kistra yang muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi pada wanita.

Kista ini tergolong sebagai gangguan yang umum terjadi. Keberadaannya pun tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya.

Kedua adalah kista patologis.

Ini yang perlu diperhatikan, kista patologis memiliki perbedaan dari kista fungsional.

Karena Jenis kista yang kedua ini merupakan kista yang mengandung sel-sel yang tidak normal.

Pada beberapa kasus kista patologis, sel – sel yang tidak biasa tersebut berpotensi untuk berkembang menjadi sel – sel kanker.

Banyak wanita Indonesia yang pernah mengalami ganguan berupa kista ovarium.

Namun, kista tersebut tidak menimbulkan gejala yang mencolok dan biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan.

Gejalanya sangat umum, bervariasi dan tidak spesifik sehingga menyerupai gejala umum untuk penyakit – penyakit ringan seperti kelelahan, maag, atau masuk angin.

Meskipun demikian, tidak tertutup kemungkinan bahwa kista yang berukuran besar atau berpotensi untuk pecah,

berisiko mengakibatkan gejala yang cukup serius sehingga perlu ditangani melalui tindakan operasi.

 

Kondisi – kondisi tertentu untuk memutuskan sebuah kista perlu diangkat atau tidak.

Pertama, kista tersebut berukuran lebih dari 5cm dan telah diamati serta diobservasi oleh dokter selama enam sampai delapan minggu dan tidak mengalami penyusutan ukuran kista.

Ada bagian tumor/kista yang padat atau memadat dari dinding tumor.

Dan munculnya dugaan – dugaan bahwa kista telah pecah.

Banyak gejala – gejala kista ovarium yang mirip dengan nyeri haid pada umumnya.

Berikut ini adalah beberapa gejala yang perlu diwaspadai karena mengindikasikan kista ovarium, antara lain

Perdarahan yang lebih banyak daripada biasanya pada saat menstruasi.

Lalu siklus menstruasi yang tidak teratur, sulit hamil, rasa nyeri pada tulang panggul dan nyeri yang muncul saat berhubungan seksual, serta kesulitan buang air besar atau buang air kecil.

Jika gejala-gejala tersebut muncul dengan intensitas tinggi (sering terjadi) maka anda perlu menghubungi dokter spesialis ginekologi untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan.

Pemeriksaan ini tentunya demi memastikan hasil diagnosis kesehatan ovarium anda.

Kista yang sudah pecah juga menimbulkan gejala yang mirip. Namun kista yang pecah dan berukuran besar dapat menyumbat aliran darah dan berikut adalah beberapa gejala yang muncul saat kista tersebut pecah.

  1. Muntah, mual, dan payudara menjadi sensitif seperti saat hamil.

  2. Proses pencernaan yang tidak lancar.

  3. Perut terasa kembung

  4. Lebih cepat merasa kenyang dibanding biasanya.

  5. Limbung atau pusing

Tentunya gejala – gejala diatas bukanlah patokan yang pasti, anda perlu mendapatkan pemeriksaan yang lebih akurat melalui lembaga atau ahli di bidang ginekologi.

Beberapa langkah pemeriksaan lanjutan yang perlu anda dapatkan adalah ultrasonografi atau USG, laparoskopi, rontgent dan tindakan – tindakan medis lainnya yang disarankan oleh dokter anda.

Pengobatan penyakit kista juga bervariasi, mulai dari tindakan medis dibawah pengawasan ahli di rumah sakit atau klinik ginekologi.

Lalu bisa juga menggunakan pengobatan alternatif seperti bekam, akupuntur, dan pengobatan alternatif lainnya.

Bisa juga meracik ramuan tradisional dari bahan-bahan alami yang mudah di dapat di kehidupan sehari – hari.

Misalnya benalu tanaman teh, daun sirsak, buah mahkota dewa, rumput mutiara dan kunyit putih. Bahan-bahan diatas diolah sesuai dengan porsi dan teknik yang tepat agar manfaatnya benar-benar terasa.

Banyak jenis pengobatan yang dapat dijangkau untuk mengobati penyakit kista.

Terutama jika kista yang ada di dalam tubuh belum mencapai situasi yang membahayakan.

Seperti kata orang tua jaman dahulu, mencegah itu lebih baik daripada mengobati.

Jika anda mengalami gejala – gejala diatas, segera periksakan diri agar tidak terlambat. Jaga kesehatan agar anda dapat hidup lebih lama, bersama dengan anak dan cucu anda di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *